Apa Itu Autis &apa Apa Penyebabnya?

Mei 29, 2009 at 4:05 am Tinggalkan komentar

Apa Itu Autis daN apA Penyebab Autisme ?

Autisme : “Cacat pada perkembangan syaraf & psikis manusia, baik sejak janin dan seterusnya; yang menyebabkan kelemahan/perbedaan dalam berinteraksi sosial, kemampuan berkomunikasi, pola minat, dan tingkah laku”. Sebuah penyakit yang satu abad yang lalu hampir tidak terdengar sama sekali, kini sudah hampir menjadi sesuatu yang normal. Perkembangan autisme terutama makin melejit di beberapa dekade terakhir.

Autisme cukup luas dan mencakup cukup banyak hal. Ciri-ciri autisme ada banyak, dan kebanyakan penderita autisme hanya menderita sebagiannya saja.

Penderita autisme cukup banyak yang ternyata malah menjadi sukses dalam hidupnya. Penderita autis banyak yang menjadi pakar pada bidang sains, matematika, komputer, dan lain-lainnya.

Orang tua dapat sangat membantu mengarahkan anak autis untuk mengeksploitasi kelebihan-kelebihannya (seperti: kemampuan untuk fokus & konsentrasi yang luar biasa), dan melatih mereka untuk memperbaiki berbagai kelemahan-kelemahannya.

Ketika sudah terlanjur, Autisme bisa sangat sulit untuk dikendalikan, apalagi untuk disembuhkan. Jika kita mengetahui berbagai potensi penyebabnya, maka mudah-mudahan kita bisa mengatur agar anak kita terhindar dari itu semua. “Mencegah lebih baik daripada mengobati”, kata pepatah. Dan untuk kasus Autisme, dimana di Amerika saja perawatannya memakan biaya US$ 35 milyar per tahun, pepatah ini sangat telak mengenai sasaran.

Penyebab pasti autisme belum diketahui sampai saat ini. Kemungkinan besar, ada banyak penyebab autisme, bukan hanya satu.
Dahulu sempat diduga bahwa autisme disebabkan karena cacat genetik. Namun cacat genetika tidak mungkin terjadi dalam skala demikian besar dan dalam waktu demikian singkat. Karena itu kemudian para peneliti sepakat bahwa ada banyak kemungkinan penyebab autisme lainnya.

Berbagai hal yang dicurigai berpotensi untuk menyebabkan autisme :

Vaksin yang mengandung Thimerosal : Thimerosal adalah zat pengawet yang digunakan di berbagai vaksin. Karena banyaknya kritikan, kini sudah banyak vaksin yang tidak lagi menggunakan Thimerosal di negara maju. Namun, entah bagaimana halnya di negara berkembang …
Televisi : Semakin maju suatu negara, biasanya interaksi antara anak – orang tua semakin berkurang karena berbagai hal. Sebagai kompensasinya, seringkali TV digunakan sebagai penghibur anak. Ternyata ada kemungkinan bahwa TV bisa menjadi penyebab autisme pada anak, terutama yang menjadi jarang bersosialisasi karenanya.

Dampak TV tidak dapat dipungkiri memang sangat dahsyat, tidak hanya kepada perorangan, namun bahkan kepada masyarakat dan/atau negara. Contoh paling nyata adalah kasus pada negara terpencil Bhutan – begitu mereka mengizinkan TV di negara mereka, jumlah dan jenis kejahatan meningkat dengan drastis.

Bisa kita bayangkan sendiri apa dampaknya kepada anak-anak kita yang masih polos. Hiperaktif ? ADHD ? Autisme ? Sebuah penelitian akhirnya kini telah mengakui kemungkinan tersebut.

Genetik : Ini adalah dugaan awal dari penyebab autisme; autisme telah lama diketahui bisa diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya.

Namun tidak itu saja, juga ada kemungkinan variasi-variasi lainnya. Salah satu contohnya adalah bagaimana anak-anak yang lahir dari ayah yang berusia lanjut memiliki kans lebih besar untuk menderita autisme. (walaupun sang ayah normal / bukan autis)
Makanan : Pada tahun 1970-an, Dr. Feingold dan kolega-koleganya menyaksikan peningkatan kasus ADHD dalam skala yang sangat besar. Sebagai seseorang yang pernah hidup di era 20 / 30-an, dia masih ingat bagaimana ADHD nyaris tidak ada sama sekali di zaman tersebut.

Dr. Feingold kebetulan telah mulai mengobati beberapa kasus kelainan mental sejak tahun 1940 dengan memberlakukan diet khusus kepada pasiennya, dengan hasil yang jelas dan cenderung dalam waktu yang singkat.

Terapi diet tersebut kemudian dikenal dengan nama The Feingold Program.

Pada intinya, berbagai zat kimia yang ada di makanan modern (pengawet, pewarna, dll) dicurigai menjadi penyebab dari autisme pada beberapa kasus. Ketika zat-zat tersebut dihilangkan dari makanan para penderita autisme, banyak yang kemudian mengalami peningkatan situasi secara drastis.

Dr. Feingold membayar penemuannya ini dengan cukup mahal. Sekitar tahun 1970-an, beliau dikhianati oleh The Nutrition Foundation, dimana Coca cola, Kraft foods, dll adalah anggotanya. Beliau tiba-tiba diasingkan oleh AMA, dan ditolak untuk menjadi pembicara dimana-mana.
Syukurlah kemudian berbagai buku beliau bisa terbit, dan hari ini kita jadi bisa tahu berbagai temuan-temuannya seputar bahaya makanan modern.

Radiasi pada janin bayi : Sebuah riset dalam skala besar di Swedia menunjukkan bahwa bayi yang terkena gelombang Ultrasonic berlebihan akan cenderung menjadi kidal.
Dengan makin banyaknya radiasi di sekitar kita, ada kemungkinan radiasi juga berperan menyebabkan autisme. Tapi bagaimana menghindarinya, saya juga kurang tahu. Yang sudah jelas mudah untuk dihindari adalah USG – hindari jika tidak perlu.
Folic Acid : Zat ini biasa diberikan kepada wanita hamil untuk mencegah cacat fisik pada janin. Dan hasilnya memang cukup nyata, tingkat cacat pada janin turun sampai sebesar 30%. Namun di lain pihak, tingkat autisme jadi meningkat.

Pada saat ini penelitian masih terus berlanjut mengenai ini. Sementara ini, yang mungkin bisa dilakukan oleh para ibu hamil adalah tetap mengkonsumsi folic acid – namun tidak dalam dosis yang sangat besar (normalnya wanita hamil diberikan dosis folic acid 4x lipat dari dosis normal).

Atau yang lebih baik – perbanyak makan buah-buahan yang kaya dengan folic acid, karena alam bisa mencegah tanpa menyebabkan efek samping :

Nature is more precise; that’s why all man-made drugs have side effects
Sekolah lebih awal : Agak mengejutkan, namun ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa menyekolahkan anak lebih awal (pre school) dapat memicu reaksi autisme.

Diperkirakan, bayi yang memiliki bakat autisme sebetulnya bisa sembuh / membaik dengan berada dalam lingkupan orang tuanya. Namun, karena justru dipindahkan ke lingkungan asing yang berbeda (sekolah playgroup / preschool), maka beberapa anak jadi mengalami shock, dan bakat autismenya menjadi muncul dengan sangat jelas.

Untuk menghindari ini, para orang tua perlu memiliki kemampuan untuk mendeteksi bakat autisme pada anaknya secara dini. Jika ternyata ada terdeteksi, maka mungkin masa preschool-nya perlu dibimbing secara khusus oleh orang tua sendiri. Hal ini agar ketika masuk masa kanak-kanak maka gejala autismenya sudah hampir lenyap; dan sang anak jadi bisa menikmati masa kecilnya di sekolah dengan bahagia.

Dan mungkin saja masih ada banyak lagi berbagai potensi penyebab autisme yang akan ditemukan di masa depan, sejalan dengan terus berkembangnya pengetahuan di bidang ini.

Secara ringkas; gaya hidup modern memang sangat besar kontribusinya terhadap peningkatan kasus autisme. Salah satu bukti yang paling nyata adalah nyaris tidak adanya kasus autisme di masyarakat Amish.

Autisme adalah gangguan perkembangan neurobiologis yang berat / luas. Umumnya terjadi pada anak umur 3 tahun pertama kehidupannya. Kasusnya memang masih tergolong langka. Tetapi sejak 1990 ada kecenderungan kenaikan angka kasus yang dratis. Sebagai gambaran ditemukan di AS pada akhir tahun 1990 ditemukan 15 – 20 kasus autisme pada setiap 10.000 kelahiran. Pada tahun 2000 diperkirakan 1 dari 250 anak menderita kelainan autisme.

Di Indonesia sampai kini belum ada data yang pasti mengenai jumlah penyandang autisme. Namun berdasarkan pendataan kasar Himpunan autisme Indonesia (Autism Society of Indonesia /HAI), dalam seminggu setiap poliklinik autisme dikunjungi rata-rata 4-5 penderita baru autisme. Diperkirakan angka itu bakal meningkat tajam, mengingat makin buruknya factor lingkungan sebagai salah satu pemicu timbulnya autisme.7 (tujuh) Gejala Autisme :
Defisit bicara dan bahasa : terlambat bicara, tidak bisa bicara, bicara terhenti dan hilang
Abnormalitas sensorik ; ketidaknormalan pada fungsi mulut, pendengaran, perabaan, kurang sensitive pada cahaya serta penglihatan kabur.
Masalah motorik ; gangguan pada fungsi organ seperti tangan, kaki, tungkai kaki, sulit duduk, sulit merangkak dan sulit jalan.
Kelemahan kognitif ; konsentrasi dan perhatian yang buruk, gampang beralih obyek.
Perilaku yang tidak biasa ; suka melukai diri sendiri (mis: suka membentur-benturkan kepala ke dinding), menangis tanpa sebab, begong dan kesulitan tidur.
Gangguan psikiatrik ; malu dan tidak suka berkumpul dengan teman sebaya. Cenderung menarik diri.
Masalah fisik ; sulit mengunyah atau menelan, alergi, nafsu makan buruk/terbatas dan gatal-gatal. Faktor penyebab autisme multifactor, kemungkinan besar dasarnya adalah:
Kerentanan genetik (Genetic Susceptibility/Vulnerability)
Infeksi (rubella, cytomegalovirus) saat masih dalam kandungan.
Bahan-bahan kimia seperti zat pengawet makanan, pewarna, perasa makanan & berbagai fastfood
Bahan polutan seperti timbal/ timah hitam yang banyak ditemui sebagai akibat pembakaran tidak sempurna dari kendaraan bermotor
Bahan merkuri/ air raksa (yang ditemukan pada ikan-ikan hasil tangkapan)

Entry filed under: Kesehatan. Tags: .

Sakura Manfaat Coklat bagi Kesehatan Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Today Is

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ass. Saudaraku di seluruh dunia, ini adalah blog'Q semoga kita bisa selalu berbagi ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat untuk sekarang dan nanti. Ikhlas bukan sekadar bersih hati bukan berarti pasrah dalam cobaan juga bukan mengikuti arus air karena air yang mrngalir begitu saja belum tentu menuju tempat yang benar Sabar, bisa jadi cara kita berlapang dada atas musibah yang menimpa, dan memahaminya sebagai takdir yang harus dijalani sambil terus berusaha mencari pemecahannya. Ikhlas dan sabar.... Mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan Mungkin kita butuh cermin Untuk bisa ikhlas dan bersabar Cermin-cermin itu ada di sini Dalam Blog'Q, smoga kita bisa menjadi ahli syurga karena keikhlasan & kesabaran.....Amin

Bagaimana ????

Mr WordPress di Hello world!

%d blogger menyukai ini: