REMAJA SEDEKAH,,KUDU LAH YA!!

Juni 2, 2009 at 12:54 pm Tinggalkan komentar

Percaya nggak kalau sedekah itu adalah sesuatu yang ajaib, bahkan dahsyat? Kamu juga bisa mendapatkan kedahsyatan tersebut!

Antara infak dan sedekah

Kita pasti masih ingat dengan kedermawanan para sahabat. Abu bakar Ra dan Utsman bin Affan Ra misalnya. Kedua khalifah ini tak pernah berpikir panjangsaat menginfakkan harta mereka. Pernah dalam sebuah peristiwa, Abu bakar menyumbangkan semua hartanya untuk dakwah. Begitu juga Utsman yang terkenal sebagai saudagar kaya memberikan ratusan unta berisi barang dagangannya untuk kaum muslimin.

Konsep berbagi dalam Islam ada beberapa macam, diantaranya zakat, infak, dan sedekah. Infak sendiri memiliki pengertian: mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non-zakat. Ada yang wajib dan yang sunah. Infak wajib antara lain adalah zakat, kafarat, nadzar, dll. Sedangkan infak sunah adalah infak kepada anak yatim-piatu , fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam, infak kemanusiaan, dsb.

Adapun sedekah dapat bermakna infak zakat dan kebaikan non-materi. Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim bahwa ada malaikat yang senantiasa berdoa setiap pagi dan sore, doanya: “Ya Allah, berilah orang yang berinfak, gantinya. Dan berkata yang lain, “Ya Allah jadikanlah orang yang menahan infak, kehancuran.”

Matematika dasar sedekah

Ustadz Yusuf Mansyur berkisah tentang seorang temannya yang menyedekahkan uang yang sangat dibutuhkannya untuk biaya melahirkan istrinya kepada pengemis dan orang-orang yang membutuhkan. Tentu, hal itu bukan “gaya-gayaan”, tapi teman Ustadz Yusuf Mansyur yakin apda Al Qur’an, surat Al An’am ayat 160, bahwa Allah menjanjikan balasan 10 kali lipat mereka yang berbuat kebaikan. Bahkan dalam surat Al Baqarah ayat 261, Allah menjanjikan 700 kali lipat! Maka ia “enteng” saja mengeluarkan uangnya untuk bersedekah. Ganjarannya tak perlu menunggu lama dan hal itu pun benar- benar terjadi 10 kali lipat. Itu hanya satu dari banyak kisah yang sering dilontarkan Ustadz Yusuf Mansyur dalam ceramah-ceramahnya.

Menurut Ustadz Yusuf Mansyur, kita juga bisa membuat “hitung-hitungan” matematika,yang beliau sebut dengan “Matematika Dasar Sedekah”. Matematika ini jauh dengan yang biasa kita pelajari. Coba perhaitkan ilustrasi berikut:

10-1= 9, ini ilmu matematika yang biasa kita terima di sekolah dulu. Ilmu matematika sedekahnya sebagai berikut:
10-1= 19 (menggunakan dasar bahwa Allah membalas 10 kali lipat pemberian kita, sehingga bila dilanjutkan, maka akan menemukan ilustrasi seperti berikut:

10-2= 28
10-3= 37
10-4= 46
10-5= 55
10-6= 64
10-7= 73
10-8= 82
10-9= 91
10-10= 100, dst.
Dahsyat kan?kita tinggal mengalikan dengan angka 10, berapa pun yang kita sedekahkan atau kita berikan dengan ikhlas kepada orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Bila kita memakai acuan balasan dari Allah yang minimal saja, yaitu 10 kali lipat ( bukan 700 kali lipat), seperti ilustrasi di ataslah hasilnya. Intinya: semakin banyak besedekah, maka pasti semakin banyak penggantiannya dari Allah. Allahu Akbar!
Begitulah, Allah memang takkan pernah mungkir janji-Nya. Padahal harta yang kita punya pada hakikatnya hanya titipan, milik Allah juga, tapi Allah begitu murah haati melipatgandakannya untuk kita. Itulah konsep dahsyat dari berbagi. Masalahnya, sering kali kita tidak mau membuka mata hati kita. Allah pasti akan membalas, meski balasannya tak langsung saat itu juga atau berbentuk sesuatu yang sama (uang, misalnya).

Sedekahnya Remaja

Lantas, apakah remaja yang duitnya cekak bisa bersedekah? Kalau kamu baca uraian di atas mestinya sudah nggak ragu lagi bersedekah ya. Mau sepuluh ribu, seribu, bahkan satu sen sekalipun (emang ada gitu?), yang penting adalah nilai berbagi-lah yang menjadi titik tolak. Bahwa, harta (uang) kita-meski sedikit, meski sering kali saldo minus- bukanlah milik kita.
Ada kisah seorang remaja di AS bernama Nora yang tergugah membantu orang-orang kurang beruntung dengan mengumpulkan uang 1 penny (sen) ke dalam celengan. Saat itu Nora hanya berfikir, “ Jika orang lain melakukan sesuatu ( untuk membantu orang lain yang membutuhkan), saya mengira-ngira apa yang bisa saya lakukan?”. Dari sen demi sen, akhirnya Nora berhasil mengumpulkan sebesar 1000 dolar AS. Bersama ayahnya, I menyerahkan uang tersebut ke lembaga kemanusiaan. Selesai? Tidak, Nora kemudian menggerakkan teman-temanny untuk melakukan hal yang sama. Tak banyak, tetap 1 penny. Uang “sedekah” itu lama-lama semakin banyak, dan semakin banyak pula orang miskin dan tak beruntung yang dapat merasakan uang tersebut. Nora dan teman-temannya terus menggerakkan “sedekah” 1 penny tersebut dan hingga kini (lebih dari 10 tahun) sejak pertama kali Nora berinisiatif, telah terkumpul 6 juta dolar AS. Nora hanya satu contoh, kitapun dapat melakukan hal yang sama, kita bisa memulai dengan Rp. 500,-
Tidak ada sedekah yang kecil di mata Allah.

Keutamaan Sedekah :
Mengundang datangnya rejeki.
Menolak bala.
Menyembuhkan penyakit.
Memanjangkan umur.
Allah berjanji bahwa sedekah itu tidak mungkin tidak dibayar. Seperti halnya menanam di kebun, pasti akan berbuah. Nah, menanam kebun sendiri saja berbuah, apalagi di kebun Allah? Kalaupun buahnya tidak lebat, paling tidak pasti berkembang. Kalaupun Allah tidak menurunkan hujan lebat, paling tidak hujan gerimis.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Today Is

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Ass. Saudaraku di seluruh dunia, ini adalah blog'Q semoga kita bisa selalu berbagi ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat untuk sekarang dan nanti. Ikhlas bukan sekadar bersih hati bukan berarti pasrah dalam cobaan juga bukan mengikuti arus air karena air yang mrngalir begitu saja belum tentu menuju tempat yang benar Sabar, bisa jadi cara kita berlapang dada atas musibah yang menimpa, dan memahaminya sebagai takdir yang harus dijalani sambil terus berusaha mencari pemecahannya. Ikhlas dan sabar.... Mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan Mungkin kita butuh cermin Untuk bisa ikhlas dan bersabar Cermin-cermin itu ada di sini Dalam Blog'Q, smoga kita bisa menjadi ahli syurga karena keikhlasan & kesabaran.....Amin

Bagaimana ????

Mr WordPress di Hello world!

%d blogger menyukai ini: